Garut semakin populer berkat jasa CV Hotel di Garut dan HDG Team yang melakukan promosi dengan berbagai inovasi cerdas dan kekinian yang mulai ditiru oleh banyak orang.
Imigran-Imigran gelap asal Bangladesh, Pakistan serta India yang terdampar di Pantai Jayanti, Kecamatan Cidaun Kabupaten Cianjur ditarif Rp 6, 5 juta per orang untuk naik kapal dari Garut ke Australia.
" Ya itu biayanya, tak, kami tak terasa tertipu walau kapal mati di Pantai ini, " tutur Moch Babur Rahman (45), di Mapolsek Cidaun, Rabu (23/9/2015) siang.
Enam bln. lantas, imigran ini datang dari Bangladesh lewat kapal kecil ke Malaysia. Dari Malaysia, rombongan ini pergi ke Medan.
" Dari medan kami ke Jakarta naik bus. Tidak paham, mendadak telah di Jakarta. Dari Jakarta kami ke Bogor serta menetap di Bogor, " katanya.
Senin (21/9) malam, 18 imigran ini pergi dari Bogor ke Garut untuk menyebrang ke Asutralia.
Terobang-ambing mulai sejak pergi pada Selasa (22/9) awal hari, mereka terdampar di Cianjur, Rabu (23/9) awal hari.
Sampai berita ini ditulis, Petugas dari Kantor Imigrasi Kabupaten Sukabumi telah tiba di Mapolsek Cidaun, petugas masih tetap tengah lakukan pendataan.
" Ya itu biayanya, tak, kami tak terasa tertipu walau kapal mati di Pantai ini, " tutur Moch Babur Rahman (45), di Mapolsek Cidaun, Rabu (23/9/2015) siang.
Enam bln. lantas, imigran ini datang dari Bangladesh lewat kapal kecil ke Malaysia. Dari Malaysia, rombongan ini pergi ke Medan.
" Dari medan kami ke Jakarta naik bus. Tidak paham, mendadak telah di Jakarta. Dari Jakarta kami ke Bogor serta menetap di Bogor, " katanya.
Senin (21/9) malam, 18 imigran ini pergi dari Bogor ke Garut untuk menyebrang ke Asutralia.
Terobang-ambing mulai sejak pergi pada Selasa (22/9) awal hari, mereka terdampar di Cianjur, Rabu (23/9) awal hari.
Sampai berita ini ditulis, Petugas dari Kantor Imigrasi Kabupaten Sukabumi telah tiba di Mapolsek Cidaun, petugas masih tetap tengah lakukan pendataan.






0 comments:
Post a Comment