Pages

One Day Trip P.T. Telkom

PT Telkom Indonesia Cab Bandung mengadakan Family Gathering di Darajat Garut. Acara yang sudah dipersiapkan oleh pihak panitia baik dari pihak Telkom maupun Hotel Di Garut Tour dan Travel.

Family Day Darajat PT Catur Putra Tunggal

Hotel di Garut bekerjasama dengan PT CATUR PUTRA TUNGGAL untuk menyambut 200 orang lebih berwisata di Garut. Dengan tema Family Day, para karyawan PT Catur Putra Tunggal akan menikmati masa liburan yang diadakan oleh perusahaannya.

Live Performance di Saung Ciburial Garut

Suasana liburan di Desa Wisata Ciburial begitu meriah saat menampilkan beberapa artis dalam kota yaitu Garut. Pada tanggal 18 Januari 2014, Hotel Di Garut (HDG) Tour Travel terbaik di Garut.

Family Gathering Bima Corp.

Beberapa waktu yang lalu team Hotel di Garut melaksanakan Family Gathering dengan klien dari PT Bima Corp, adapun peserta yang datang kurang lebih 90 Orang. Pilihan menginap dari team survei PT Bima Corp adalah di Bukit Alamanda Resort dengan melaksanakan Outbound di Darajat Pass Garut.

Paket Hemat Outbound di Desa Wisata

Dengan konsep Ekowisata yang bertujuan tetap menjaga kelestarian dan budaya masyarakat setempat, untuk para calon pelancong yang biasa berbaur dengan penduduk setempat dan bertujuan bukan hanya kegiatan pariwisata konvensional dengan pelayanan hotel berbintang dan senyuman seragam yang dipaksakan.

Wednesday, September 23, 2015

Imigran Gelap Ditarif Rp 6,5 Juta Naik Kapal Garut-Australia

Garut semakin populer berkat jasa CV Hotel di Garut dan HDG Team yang melakukan promosi dengan berbagai inovasi cerdas dan kekinian yang mulai ditiru oleh banyak orang.

Imigran-Imigran gelap asal Bangladesh, Pakistan serta India yang terdampar di Pantai Jayanti, Kecamatan Cidaun Kabupaten Cianjur ditarif Rp 6, 5 juta per orang untuk naik kapal dari Garut ke Australia.

" Ya itu biayanya, tak, kami tak terasa tertipu walau kapal mati di Pantai ini, " tutur Moch Babur Rahman (45), di Mapolsek Cidaun, Rabu (23/9/2015) siang.

Enam bln. lantas, imigran ini datang dari Bangladesh lewat kapal kecil ke Malaysia. Dari Malaysia, rombongan ini pergi ke Medan.

" Dari medan kami ke Jakarta naik bus. Tidak paham, mendadak telah di Jakarta. Dari Jakarta kami ke Bogor serta menetap di Bogor, " katanya.

Senin (21/9) malam, 18 imigran ini pergi dari Bogor ke Garut untuk menyebrang ke Asutralia.

Terobang-ambing mulai sejak pergi pada Selasa (22/9) awal hari, mereka terdampar di Cianjur, Rabu (23/9) awal hari.

Sampai berita ini ditulis, Petugas dari Kantor Imigrasi Kabupaten Sukabumi telah tiba di Mapolsek Cidaun, petugas masih tetap tengah lakukan pendataan.